V9NEWS - Baru-baru ini terungkap alasan tersangka membakar lahan dan hutan di lokasi Kalimantan. Kepada Satreskrim Polres Berau, Kalimantan Timur, tersangka pembakaran hutan dan lahan (karhutla) mengaku membakar lahan yang dibeli di Bumi Batiwakkal--sebutan Berau, untuk membuka kebun kelapa sawit. Per hektare itu Rp8-10 juta,"
terang Kasat Reskrim Polres Berau AKP Rengga Puspo saat dihubungi lewat lanjutan telepon, Jumat (20/9).
Informasi yang dikumpulkan IDN Times, ada sembilan tersangka yang ditangkap. Mereka adalah RM (45), RL (28), HR (40) warga warga Kecamatan Tabalar Kabupaten Berau, serta AN (45) warga Kecamatan Tarakan Barat. Keempatnya merupakan jaringan tersangka pembakaran lahan di Kecamatan Tabalar. Mereka dibekuk pada 14 September lalu.
Pada waktu yang sama, polisi juga menangkap tiga tersangka lainnya. Dua di antaranya merupakan warga Kecamatan Tabalar, yaitu BR (60) dan AM (46). Tersangka lain SP (60) warga Kota Tarakan. Ketiganya dianggap membakar lahan di Kampung Tubaan, Kecamatan Tabalar, Kabupaten Berau.
"Setidaknya ada 20 hektare lahan yang dibakar," ujar Rengga.
Adapun dua tersangka lainnya yakni, BA (49) warga Kutai Timur, diciduk dikarenakan sengaja membakar lahan hutan di Kecamatan Kelay pada 27 Agustus lalu.
Kemudian AA (42) warga Kampung Harapan Maju, Kecamatan Tabalar. Dia ditangkap waktu hendak membakar 6 hektare lahan pada 31 Agustus lalu.
Saat ini, perkara tersebut dalam tahap pelimpahan ke kejaksaan. Walau demikian, polisi selamanya melaksanakan penyelidikan lanjutan, dikarenakan boleh menjadi tersangka bertambah.
"Bisa menjadi (bertambah), tetapi untuk waktu kami fokus dengan delapan tersangka saja. Khusus BA berkasnya sudah lengkap dan sedang ditangani kejaksaan," jelasnya.
Kapolres menambahkan, pas ini dia sudah mengerahkan polisi mengenakan pakaian sipil untuk jalankan penyelidikan dengan cara berbaur dengan warga. Sehingga seandainya ada Info mengenai karhutla pihaknya dapat langsung bertindak, karena kasus lahan ini tak dapat dianggap enteng.
"Warga yang menjadi korban. Ini saya baru pulang dari lokasi (Tabalar) untuk memeriksa suasana terakhir. Ingat jangan segan laporkan seandainya ada warga yang coba-coba bakar lahan," pungkasnya.
Menurut Rengga, polisi tetap lakukan penyelidikan sebab pihaknya terhitung tak dambakan urusan asap akibat pembakaran lahan ini menyulitkan masyarakat.
"Duit mereka (tersangka) ini pas-pasan, tapi hendak membuka lahan bersama cara cepat, yaitu bakar lahan," terangnya lagi.
Selain murah, lanjut dia, menekuni bersama membakar lahan terhitung merupakan pilihan paling disuka sebab cepat. Selain itu, para tersangka ini percaya usai dibakar tanah dapat lebih subur. Saat hujan tiba, sawit ditanam. Namun sayang, menguntungkan besar itu tak sanggup diraih sebab mereka udah berada di penjara.
"Tersangka terhitung mengaku dapat mendapat modal berasal dari seseorang untuk mengembangkan sawit di kawasan tersebut," bebernya.
SITUS AMAN TERPERCAYA PLAYER VS PLAYER TANPA BOT
MELAYANI BANK BCA, MANDIRI, BNI, BRI DAN DANAMON
BERAPAPUN KEMENANGAN ANDA, V9POKER PASTI BAYAR !!
0 Comments